Bilingual Articles: Cassava

Cassava
Singkong
 
 
Cassava is the staple1 food of millions of people in Africa, Asia and South and Central America. Its swollen2 tuberous3 root can be boiled and mashed4 or grated5 to produce a meal known as 'farinha' in Brazil and 'garri' in Nigeria, which can be cooked in small cakes. The root is also the source of the widely-manufactured commodity6, tapioca. A small field planted with cassava can be insurance against famine7 because the crop can be left in the ground for two or three years without deterioration8 of the tubers9. But recent findings suggest that cassava may be responsible for birth defects10.
Singkong merupakan makanan pokok jutaan orang di Afrika, Asia dan Amerika Selatan dan Tengah. Akar ber-umbi yang menggembung bisa direbus dan dihaluskan atau diparut untuk menghasilkan makanan yang dikenal sebagai ‘farinha’di Brazil dan ‘garri’di Nigeria, yang dapat dimasak dalam kue kecil. Akar ini juga merupakan sumber komoditas yang secara luas diproduksi, tapioka. Sebuah ladang kecil yang ditanami singkong dapat menjadi jaminan untuk melawan kelaparan karena tanamannya dapat dibiarkan di dalam tanah selama dua atau tiga tahun tanpa kerusakan umbi. Tapi penemuan terbaru menunjukkan bahwa singkong mungkin menjadi salah satu penyebab atas cacat lahir.
 
It also has other serious disadvantages. The tubers consist almost entirely of starch11 and are particularly low in protein, so dependence on cassava may lead to serious malnutrition. To make matters worse, some varieties, when grown under certain conditions of soil and climate, can develop a high acid content and become extremely poisonous to people and livestock if eaten raw. These tubers have to be well-prepared for consumption through prolonged12 and repeated boiling.
Hal ini juga memiliki kerugian yang serius lainnya. Umbi  hampir seluruhnya terdiri dari pati dan sangat rendah protein, sehingga ketergantungan pada singkong dapat menyebabkan kekurangan gizi yang serius. Lebih buruk lagi, beberapa varietas, bila ditanam dalam kondisi tanah dan iklim tertentu, dapat menghasilkan kandungan asam yang tinggi dan menjadi sangat beracun bagi manusia dan ternak jika dimakan secara mentah. Umbi-umbi harus disiapkan dengan baik untuk konsumsi melalui proses pemasakan yang panjang dan perebusan berulang-ulang.
 
The new danger has emerged over the past few years in Nigeria. Doctors have begun to suspect that cassava, if eaten in large amounts during pregnancy, may cause deformities13 in the developing fetus14. There also appears to be a correlation between the eating of cassava by pregnant women and the occurrence of various kind of brain or other neuronal malformations15 in their babies.
Bahaya baru telah muncul selama beberapa tahun terakhir di Nigeria. Para dokter telah mulai curiga bahwa singkong, jika dimakan dalam jumlah besar selama kehamilan, dapat menyebabkan kecacatan pada janin yang sedang berkembang. Tampaknya terlihat juga adanya korelasi di antara konsumsi singkong oleh ibu hamil dengan terjadinya berbagai jenis malformasi saraf otak lainnya pada bayi mereka.
 
 
Difficult Words
1. Staple (adjective) : pokok. Staple food: makanan pokok.
2. Swollen (adjective) : Bengkak, menggembung
3. Tuberous (adjective) : ber-umbi.
4. Mashed (verb – simple past & past participle (V2 & V3); bentuk infinitive (V1) = “mash”) : dihancurkan, dihaluskan (bentuk pasif)
5. Grated (verb – simple past & past participle (V2 & V3); bentuk infinitive (V1) = “grate”) : diparut (bentuk pasif)
6. Widely-manufactured commodity : Komoditas yang diproduksi secara luas.
7. Famine (noun) : Kelaparan
8. Deterioration (noun) : Kemunduran, kerusakan.
9. Tubers (nounplural) : umbi-umbi
10. Birth defects: kecacatan pada kelahiran.
11. Starch (noun) : Pati atau sejenis tepung.
12. Prolonged (adjective) : Berkepanjangan
13. Deformities (noun) : Kecacatan / kelainan bentuk.
14. Fetus (noun) : Janin
15. Neuronal malformations : Kerusakan / kecacatan formasi pada saraf otak.
 


Tags: Bilingual articles



Anda harus sign in untuk menuliskan komen

Comments