Bilingual Articles: Good Memory vs Creativity

Good Memory vs Creativity
Memori Yang Bagus Dibandingkan Dengan Kreativitas
 
 
Our working memory capacity is decidedly finite -- it reflects our ability to focus and control attention and strongly influences our ability to solve problems. Jennifer Wiley and Andrew Jarosz of the University of Illinois at Chicago explore the role of working memory capacity in both mathematical and creative problem solving.
Kapasitas memori aktif kita jelas terbatas – ini mencerminkan kemampuan kita untuk fokus dan mengontrol perhatian dan sangat mempengaruhi kemampuan kita untuk memecahkan masalah. Jennifer Wiley dan Andrew Jarosz dari University of Illinois di Chicago mengeksplorasi peran dari kapasitas memori aktif dalam pemecahan masalah secara matematis dan kreatif.
 
Many psychological science studies shows converging1 evidence of association between high working memory with better performance at mathematical problem-solving. Poor math performance due to math anxiety may be caused by decreasing working memory capacity. It seems that working memory capacity helps in analytical problem-solving and focusing also resisting distractions.
Berbagai studi dari ilmu psikologi menunjukkan bukti-bukti yang konvergen mengenai hubungan antara kapasitas memori aktif yang tinggi dengan performa yang lebih baik dalam pemecahan masalah secara matematis. Performa matematika yang buruk yang dikarenakan ketidaknyamanan dalam masalah matematis mungkin disebabkan oleh penuruan kapasitas memori aktif. Tampaknya kapasitas memori aktif membantu dalam pemecahan masalah secara analitis dan membantu untuk fokus serta menghiraukan gangguan-gangguan sekitar.
 
Even though increasing working memory capacity is resulting in better analytical problem-solving, these features of working memory capacity seems to weaken the ability in creative problem-solving. When someone is trying to solve creative problems, various pieces of information is requires to gain the solution. Therefore, too much focus may impair2 creative problem solving.
Meskipun peningkatan kapasitas memori aktif menghasilkan kemampuan pemecahan masalah analitik yang lebih baik, fitur-fitur dari kapasitas memori aktif ini dapat mengurangi kemampuan dalam menyelesaikan pemecahan masalah yang mebutuhkan kreativitas. Ketika seseorang mencoba menyelesaikan masalah yang membutuhkan kreativitas, dibutuhkan beragam informasi untuk mendapatkan solusinya. Maka dari itu, terlalu fokus dapat menghambat penyelesaian masalah yang membutuhkan kreativitas.
 
Yet in the daily routine, creative and analytic problems are not always distinct3. To successfully solving problems, there are different needs and approach depends on the given situation.
Namun dalam kehidupan sehari-hari, masalah yang membutuhkan kreativitas dan masalah analitik tidaklah selalu dibedakan menjadi dua. Untuk sukses memecahkan masalah-masalah, terdapat bermacam kebutuhan dan pendekatan tergantung pada situasi saat itu.
 
 
Difficult Words
1. Converging (adjective) : konvergen, memusat, berkumpul.
2. Impair (verb) : membuat jadi lebih lemah, membuat jadi kurang efektik.
3. Distinct (adjective)  : mudah dibedakan, terlihat mencolok (berbeda).
 


Tags: Bilingual articles



Anda harus sign in untuk menuliskan komen

Comments