Bilingual Articles: Food Preservation

Food Preservation
Pengawetan makanan
 
 
Though some foods, such as rice, wheat and other cereals, can be ripened1 and then stored for years before they deteriorate2, other foods, such as meat and fish, normally deteriorate quickly. Generally, if food is to be eaten weeks or months after it has been killed or harvested, the process of decay must be halted3 by treating the food in a way which does not make it unpalatable4. But no single method of preservation is suitable for all types of food.
Meskipun beberapa makanan, seperti beras, gandum dan sereal lainnya, dapat matang dan kemudian disimpan selama bertahun-tahun sebelum memburuk, makanan lainnya, seperti daging dan ikan, biasanya memburuk dengan cepat. Umumnya, jika makanan dimakan berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah dibunuh atau dipanen, proses pembusukan harus dihentikan dengan memperlakukan makanan dengan cara yang tidak membuatnya enak. Tapi tidak ada satu metode pengawetan yang cocok untuk semua jenis makanan.
 
The traditional methods of drying, smoking5, salting, or pickling6 food were widely used long before it was known why these methods were effective. It is now known that the process of decay are accelerated by enzymes already present in the food cells and by bacteria or other micro-organisms which may be already present or may come from external7 sources. To preserve food from decay, it is necessary either to destroy the bacteria or to create an environment in which bacteria cannot multiply and enzymes are inactivated. Bacteria can be destroyed by heat, and be inactivated by depriving8 them of moisture. Enzymes can be inactivated by cold or by reducing the moisture content.
Metode pengawetan makanan tradisional dengan cara pengeringan, pengasapan, pengasinan atau pengasaman secara luas digunakan jauh sebelum itu diketahui mengapa metode tersebut efektif. Sekarang diketahui bahwa proses pembusukan dipercepat oleh enzim yang sudah ada dalam sel makanan dan oleh bakteri atau mikro-organisme lain yang mungkin sudah ada atau mungkin berasal dari sumber eksternal. Untuk mengawetkan makanan dari pembusukan, perlu baik untuk menghancurkan bakteri atau untuk menciptakan suatu lingkungan di mana bakteri tidak dapat berkembang biak dan enzim tidak aktif. Bakteri dapat dihancurkan oleh panas, dan men-tidak-aktif-kan mereka dengan menjauhkan mereka dari kelembaban. Enzim dapat dimatikan oleh dingin atau dengan mengurangi kadar kelembaban.
 
The moisture content of food can be reduced by drying it in the sun or by other means. Meat or fish suspended9 over a smoking fire is partly dried and the smoke also has bactericidal10 properties11. But to understand why salt and vinegar are effective preservatives, it is necessary to consider some physical properties.
Kadar kelembaban makanan dapat dikurangi dengan dikeringkan di bawah sinar matahari atau dengan cara lainnya. Daging atau ikan digantung di atas asap api dikeringkan sebagian dan asap juga memiliki sifat bakterisida. Tapi untuk memahami mengapa garam dan cuka adalah pengawet yang efektif, perlu mengetahui beberapa sifat fisika.
 
 
Difficult Words
1. Ripened(verb): berkembang ke titik kesiapan untuk dipanen dan dimakan.
2. Deteriorate(verb): menjadi semakin buruk.
3. Halted(verb): Berhenti mendadak.
4. Unpalatable(adj): Tidak enak untuk dirasa.
5. Smoking(noun): Pengasapan.
6. Pickling(adj): Pengasaman.
7. External(adj): Dari luar.
8. Depriving(verb): mencegah (seseorang atau tempat) dari memiliki atau menggunakan sesuatu.
9. Suspended(verb): sementara mencegah dari melanjutkan.
10. Bactericidal(noun): Suatu zat yang bisa membunuh bacteria.
11. Properties(noun): atribut, kualitas, atau karakteristik dari sesuatu.
 


Tags: Bilingual articles



Anda harus sign in untuk menuliskan komen

Comments