Bilingual Articles: Llamas Could Help Defeat Bio-weapons

Llamas Could Help Defeat Bio-weapons
Llama Bisa Membantu Mengalahkan Senjata Biologis
 
 
Scientists, for many years,  have been developing1 devices2 called biosensors that can detect the first signs of biological warfare3. These sensors are made of antibodies, usually clonedhuman antibody called immunoglobin G (IgG). Scientists usually use cloned human antibody called immunoglobin G (lgG) as the material of the sensors. It being used as the tools to detect, target and kill viruses that have been considered as a potential5 biological weapon such as cholera and smallpox. Specific antibodies bind only to specific viral6 antigens7, so different types of sensors detect different types of diseases. The idea is that when these antibody-based sensors8 bind to particles in the air and start reacting, any biological threat9 and its type will be immediately10 known
Ilmuwan-ilmuwan, selama bertahun-tahun, telah mengembangkan alat yang disebut biosensor yang dapat mendeteksi tanda-tanda pertama dari perang biologis. Sensor ini terbuat dari antibodi, biasanya dari hasil kloning antibodi manusia yang disebut immunoglobin G (IgG). Ilmuwan-ilmuwan biasanya menggunakan hasil kloning antibodi manusia disebut immunoglobin G (IgG) sebagai bahan sensor tersebut. Antibodi ini digunakan sebagai alat untuk mendeteksi, menargetkan dan membunuh virus yang telah dianggap sebagai senjata biologis potensial seperti kolera dan cacar. Antibodi spesifik mengikat hanya pada antigen virus tertentu, sehingga satu jenis sensor mendeteksi berbagai satu penyakit. Idenya adalah bahwa ketika antibodi berbasis sensor ini mengikat dengan partikel di udara dan mulai bereaksi, ancaman biologis dan jenis ancaman biologis tersebut akan segera diketahui.
 
The problem is antibodies like IgG are delicate11, expensive, and time-consuming to produce. Antibodies are protein chains, and IgG is made up of both heavy and light chains. This means their structure and their binding method is complex, and that what makes it expensive and time-consuming to produce. The light protein chains in particular12 make it very vulnerable13 to environmental changes. IgG has a short shelf life, requires refrigeration, and if exposed14 to high temperatures above 65 C it will completely breaks down, making the sensor useless.
Masalahnya adalah antibody seperti IgG itu halus, mahal, dan waktu pembuatannya lama. Antibodi adalah rantai protein, dan IgG terdiri dari kedua rantai berat dan ringan. Ini berarti struktur dan metode pengikatannya kompleks, dan itulah yang membuatnya mahal dan waktu pembuatannya lama. Rantai protein ringan tertentu membuatnya sangat rentan terhadap perubahan lingkungan. IgG memiliki umur penyimpanan yang pendek, memerlukan pendinginan, dan jika terkena suhu tinggi di atas 65 C akan benar-benar rusak, membuat sensornya tidak berguna.
 
Llamas, camels, and sharks are all producing an antibody that is very sturdy15. It’s not only hardy but also simple because the antibodies have only heavy protein chains, no light ones, with a very small binding site16. Scientists can create these antibodies quickly, as researchers have done in the U.S. Naval Research Laboratory in Washington, DC. Using the llama’s blood, scientists have built a library17 of more than a billion antibodies designed to bind to different antigens. They are far easier and cheaper to engineer than other kinds of antibodies, resulting simple and makes strong antibodies. They have a longer shelf life than IgG, does not require refrigeration and remain perfectly intact18at temperatures to 90 C.
Llama, unta, dan hiu semua menghasilkan antibodi yang sangat kokoh. Antibodi-antibodi ini tidak hanya keras tetapi juga simpel karena antibodi hanya memiliki rantai protein yang berat, tidak ada yang ringan, dengan situs pengikatan yang sangat kecil. Para ilmuwan dapat membuat antibodi ini dengan cepat, sebagai peneliti telah dilakukan di US Naval Research Laboratory di Washington, DC. Menggunakan darah llama tersebut, para ilmuwan telah membangun sebuah perpustakaan dengan lebih dari satu miliar antibody-antibodi yang dirancang untuk mengikat pada antigen yang berbeda. Antibodi tersebut jauh lebih mudah dan lebih murah untuk dibuat daripada jenis lain antibodi, dan menghasilkan antibodi-antibodi yang simpel dan kuat. Mereka memiliki umur penyimpanan yang lebih panjang dibandingkan IgG, tidak memerlukan pendinginan, dan tetap utuh sempurna pada suhu sampai 90 C.
 
Scientist could develop a library of sensors to detect every biological weapon imaginable19 using these simple and tough20 antibodies -- and then very quickly develop antibodies that bind to a new threat as they come up. The soldiers could carry these biosensors into any kinds of field to detect and battle bio-weapons.
Ilmuwan bisa mengembangkan perpustakaan sensor untuk mendeteksi setiap senjata biologis yang dapat dibayangkan menggunakan antibodi yang simpel dan kuat - dan kemudian antibodi tersebut dikembangkan dengan sangat cepat untuk mengikat pada ancaman baru ketika ancaman-ancaman tersebut muncul. Para prajurit bisa membawa biosensor-biosensor ini ke dalam setiap jenis lapangan untuk mendeteksi dan melawan senjata bio.
 
 
Difficult Words
1. Developing (verb) : Mengembangkan.
2. Devices (noun) : Alat-alat.
3. Warfare (noun) : Peperangan, perang.
4. Cloned (verb) : Bentuk pasif dari “cloning”(membuat duplikat dari sesuatu)
5. Potential (adjective) : Berpotensi
6. Viral (noun) : Dalam kalimat di atas “Viral antigens” bermaksud antigen- antigen yang khusus untuk melawan virus
7. Antigens (noun) : Zat yang dapat merangsang tubuh untuk menghasilkan antibodi.
8. Antibody-based sensors : Sensor yang berbasis antibodi.
9. Threat (noun) : Ancaman.
10. Immediately (adverb) : Dengan segera.
11. Delicate (adjective) : Sangat halus, lembut.
12. In particular : Khususnya.
13. Vulnerable (adjective) : Terbuka kepada kemungkinan untuk diserang atau dirusak, secara fisik maupun emosional.
14. Exposed (verb) : Terbuka kepada…
15. Sturdy (adjective) : Keras.
16. Binding site (noun) : Situs pengikatan: Tempat dimana terjadinya interaksi kimia antara struktur sel dengan zat spesifik yang aktif.
17. Library (noun) : Kumpulan data                                           
18. Intact (adjective) : Utuh, masih menempel pada sesuatu.
19. Imaginable (adjective) : Dapat dibayangkan.
20. Tough (adjective) : Kokoh.


Tags: Bilingual articles



Anda harus sign in untuk menuliskan komen

Comments