Could or Couldn't Care Less?

"I couldn't care less if he was offended that I left the group. Too many people, too much drama."

Kira-kira penggunaan "couldn't care less" di kalimat tadi maksudnya apa nih?

Di kalimat tadi maksudnya adalah "Gue udah ga peduli sama sekali kalo dia tersinggung gw keluar dari grup itu. Abis banyak banget dramanya."

Ketika kamu bilang "could not care less" maksudnya udah bener-bener ga peduli, udah ga ada sisa kepedulian sama sekali akan masalah tersebut. Kita gunain ekspresi ini dalam situasi informal ya.

Tapi penggunaan "could care less" juga banyak nih dan tercatat juga di kamus online seperti Cambridge dan Oxord (sebagai ekspresi informal), apalagi bagi orang yang menggunakan American English. Kalo dipikir-pikir sih lebih pas yang "couldn't care less" ya. Kan berarti saking ga pedulinya udah ga bisa lebih ga peduli lagi dari keadaan waktu itu.

Ada beberapa pembelaan soal penggunaan "could care less". Steven Pinker, seorang profesor dari Harvard, mengatakan kebanyakan penggunaan “could care less” merupakan sebuah bentuk sarcasm. Ada juga yang mengatakan “nt” dari “couldn’t” semakin melebur sehingga dalam percakapan hanya terucap “could care less”. Ada juga yang berkata bahwa ini ungkapan, banyak hal ga masuk akal di dalamnya.

Jadi, mana yang kamu lebih suka penggunaannya? Could care less atau couldn’t care less?

"I couldn't care less/ could care less whether we are going to the party or not. You know that there's no knowing when it comes to Peter’s planning."


Yuk, coba bikin kalimat di comment. Bisa curcol dan sekalian latihan penggunaan bahasa Inggris juga kan? ;)
 

P.S. Kamu tinggal sign in pake account twitter kamu aja kok buat bisa comment di artikel ini.
 


Tags: Use of english Tags: Common mistakes



Anda harus sign in untuk menuliskan komen

Comments